Subscribe:

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Service. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Service. Tampilkan semua postingan

Service ac yogyakarta putrateknik ac jogja











Selamat datang ...





Bengkel
"PUTRA TEKNIK AC" adalah unit usaha dibawah management UD. MITRA SARANA
TEKNIKA. Kami bergerak dalam bidang jasa service AC & reparasi
alat-alat pendingin ruangan serta alat-alat rumah tangga lainnya, dengan
sistim panggilan, yaitu : "Anda Telephon Kami SIAP DATANG".

Berlokasi di Jl. Ringroad Utara No. 67, Jombor Kidul, Sleman,
Yogyakarta, Kami "SIAP MENJANGKAU" seluruh kawasan kota Yogyakarta,
Sleman, dan sekitarnya.
...

service ac jogja



Service AC Yogyakarta Telepon 0274-7429383





putra teknik ac service ac yogya


Alamat: Jalan Ringroad Utara No. 67 Jombor Kidul, Jogja

Telp.:
0274 - 742 9383/ 624 743












































Service ac jogja service ac terpercaya di jogja service ac yogyakarta sahabat ac anda. Service AC Yogyakarta, Service AC Jogja, jasa perbaikan AC, Perusahaan penyedia jasa pasang dan servis AC, konsultasi, reparasi, Jasa Outsourcing Bidang Electrical, AC pendingin, servis AC Bergaransi, service ac, service-ac-jogja




Beli Peralatan Elektronik Bekas Anda..

Kami Menerima jual-beli & tukar tambah AC 2nd semua jenis & merk. Apapun kondisinya InsyaAllah kami beli dgn tawaran harga yang wajar,: AC,Kulkas,Mesin cuci,& alat-alat rumah tangga lainya.
Silahkan kontak kami di :

0274-742 9383


Kunjungi situs website kami di :


http://servis-ac.com



Terima kasih ^^

Cara mencari terminal S C R pada Compressor

Bila anda belum mengetahui cara pencarian terminal compressor (S C R) dapat anda lihat pada tutup terminal compressor atau Anda bisa juga dengan mengukur tahanan 3 buah terminal compressor tersebut dengan sebuah multitester.




Caranya adalah sebagai berikut :




Posisikan multitester pada skala ohm x 10 ukur semua tahanan ketiga terminal compressor sampai menemukan tahanan yang terkecil, bila sudah anda dapatkan tahanan yang terkecil, satu terminal yg tidak tersentuh probe tester itu adalah (S) atau starting yang dihubungkan dengan running capasitor.


Sedangkan untuk pencarian (r) nya ukur dari terminal (S) dengan terminal lainnya, tahanan yang terbesar adalah (R) yang juga dihubungkan dengan running capasitor dan 1 line listrik, dan tahanan yang terkecil adalah (C) yg dihubungkan langsung dengan line listrik. Jadi, di dalam 2 terminal running capasitor dibagian running dari compressor (R) digabung dengan 1 line listrik dan line listrik yang satunya masuk kedalam overload compressor yang menyambung pada terminal (C) compressor.

Sumber : http://bengkelacdankulkas.blogspot.com/2010/02/cara-mencari-terminal-s-c-r-pada.html


Prinsip Dasar Pendingin

Jika anda menempatkan secangkir kopi panas diatas meja dan meninggalkan untuk sementara waktu, panas di kopi itu akan dipindahkan kepada benda-benda disekitar meja tersebut yaitu sendok dan udara sekitarnya. Saat panas kopi dipindahkan atau ditransfer kepada benda dan udara sekitarnya maka suhu panas pada kopi akan segera menghilang.

pada proses prinsip pendinginan juga sama dengan kejadian diatas, proses pendinginan bekerja dengan menghilangkan panas dari suatu benda dan memindahkan panas tersebut kepada benda yang lain dan udara sekitar.





Sistem komponen pendinginan



Ada lima komponen dasar dari suatu sistem pendingin, yaitu :


- compressor.


- kondenser.


- kran expansi atau pipa kapiler.


- evaporator.


- refrigerant atau freon.


Agar sistem pendinginan berjalan dengan sukses, kelima komponen tersebut harus ada.





Compressor



Compressor berfungsi menghisap gas bertekanan rendah dari evaporator, setelah dihisap gas bertekanan rendah dikompresi atau ditekan agar suhu dari gas naik kembali. Jadi fungsi compressor adalah untuk merubah gas bertekanan rendah menjadi gas bertekanan tinggi.





Kondenser



kondenser berfungsi untuk menampung gas bertekanan tinggi dari buangan pipa tekan compressor. Lalu dengan bantuan sebuah fan motor gas panas atau gas bertekanan tinggi tersebut dihisap dan dibuang keluar. Suhu dari gas tekanan tinggi menentukan suhu dimana kondensasi berawal. Saat panas mengalir dari kondenser ke udara, suhu kondensasi harus lebih tinggi dibandingkan dengan udara tersebut yaitu diantara 12 derajat celcius sampai -1 derajat celcius. Gas tekanan tinggi pada kondenser kemudian didinginkan sampai menjadi gas cair menuju kran ekpansi atau pipa kapiler.





Kran ekspansi



Dalam sistem pendinginan kran ekspansi terletak diujung liquid line atau sebelum evaporator. Saat cairan tekanan tinggi memasuki kran ekspansi yang datang dari kondenser, kran ekpansi kemudian mengurangi tekanan dari refrigerant atau freon saat melewati lubang yang terletak dibawah kran expansi. Dengan adanya pengurangan tekanan, suhu refrigerant atau freon menjadi turun ke tingkat bawah udara sekitar. Kemudian tekanan rendah ini didorong masuk kedalam evaporator.





Evaporator



Fungsi dari evaporator adalah membuang panas yang tidak diinginkan dari benda melalui cairan pendingin. Cairan refrigerant yang terkandung dalam evaporator mendidih pada tekanan rendah. Tingkat tekanan ini ditentukan oleh dua faktor, diantaranya sbb :





- Tingkat dimana panas yang diserap dari benda ke cairan pendingin di evaporator.


- Tingkat dimana gas tekanan rendah akan dihisap dari evaporator ke compressor.





Untuk menjalankan transfer panas, suhu cairan pendingin harus lebih rendah daripada suhu benda yang ingin didinginkan. Setelah memindahkan dingin, cairan pendingin dihisap dari evaporator oleh compressor. Ketika meninggalkan koil evaporator cairan pendingin telah berubah menjadi gas tekanan rendah untuk dikompresi kembali oleh compressor.

Sumber : http://bengkelacdankulkas.blogspot.com/2010/03/prinsip-dasar-pendinginan.html


Cara Check Thermistor

Bagaimana thermistor bekerja?

Termistor terbuat dari bahan semikonduktor dan bekerja dengan cara yang berlawanan dengan RTDs. Sementara RTDs (resistance temperature detectors) mengalami peningkatan resistensi dengan meningkatnya suhu, termistor cenderung menunjukkan resistensi yang lebih rendah dengan suhu yang lebih tinggi. Hal ini karena bahan semikonduktor cenderung menghantarkan electron lebih karena suhu meningkat.

Meskipun banyak jenis termistor yang tersedia, termistor dua-kawat adalah yang paling umum untuk pengukuran temperatur. Memeriksa thermistor harus melakukan pengukuran resistansi (ohm). Menggunakan multimeter analog maupun yang digital, Anda harus dapat melihat nilai ohm transducer stabil pada suhu kamar dan menurun sebagai ujung transducer bila dipanaskan. Thermistor umumnya memiliki perubahan besar dalam hambatan per derajat suhu,.

Cara terbaik untuk menguji thermistor adalah ketika thermistor terhubung ke controller. Anda perlu mengecek dengan multi meter dalam mode VDC, lalu pasang kabel probe pada sambungan thermistor. Pada suhu kamar (25 derajat) Anda akan menerima 2.5VDC, jika Anda menerima 5VDC ini berarti bahwa tidak ada sambungan atau tahanan (ohm) pada thermistor. Jika Anda menerima 0 VDC berarti bahwa ada short pada thermistor. Ada controller yang bekerja di 3.3V, dalam controller ini ketika thermistor memutuskan arus adalah 3,3 VDC. Pada suhu kamar (25derajat) kita mendapatkan 1,7 VDC, tentu saja hasilnya bervariasi sesuai suhu pada ruangan.

PTC thermistor memiliki tahanan (ohm) yang meningkat dengan meningkatnya suhu.
NTC thermistor memiliki tahanan (ohm) yang menurun dengan meningkatnya suhu.

Cara lain mengecek thermistor adalah, ukur themistor dengan multimeter pada skala kilo ohm. Jika perubahan tahanan (ohm) tidak terhingga atau tidak ada tahanan sama sekali, berarti thermistor dalam keadaan rusak.

Sumber : http://bengkelacdankulkas.blogspot.com/2010/05/cara-check-thermistor.html


 
nanosmile's Profile on Ping.sg